KESETARAAN GENDER DALAM POLITIK LOKAL DI SUMATERA BARAT: ANALISIS REPRESENTASI PEREMPUAN DALAM KONTEKS MASYARAKAT MINANGKABAU MATRILINEAL DI ERA POLITIK KONTEMPORER
DOI:
https://doi.org/10.51747/q8ka6r14Keywords:
Kesetaraan Gender , Politik Lokal, Representasi Perempuan , Minangkabau , MatrilinealAbstract
Representasi politik perempuan di Provinsi Sumatera Barat masih menunjukkan capaian yang relatif rendah meskipun masyarakat Minangkabau dikenal menganut sistem kekerabatan matrilineal yang menempatkan perempuan pada posisi penting dalam kehidupan adat. Kondisi tersebut memperlihatkan adanya kesenjangan antara kedudukan perempuan dalam struktur budaya dengan keterlibatannya dalam politik formal. Penelitian ini bertujuan menganalisis representasi perempuan dalam Pemilihan Umum Legislatif DPRD Provinsi Sumatera Barat dengan melihat hubungan antara sistem matrilineal, mekanisme rekrutmen partai politik, dan dinamika politik elektoral. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi pustaka melalui analisis literatur ilmiah, dokumen resmi, dan data hasil pemilu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem matrilineal belum mampu meningkatkan representasi politik perempuan secara signifikan karena proses politik lebih dipengaruhi oleh pola rekrutmen partai, modal politik, jaringan sosial, serta persaingan dalam sistem pemilu proporsional terbuka. Penelitian ini menegaskan bahwa rendahnya representasi perempuan di Sumatera Barat lebih dipengaruhi oleh faktor struktural politik dibandingkan kedudukan perempuan dalam sistem adat Minangkabau.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Frans Tory Damara Pradipta (Author)

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.