EVALUASI ABSENSI DIGITAL UNTUK PENINGKATAN KINERJA PEGAWAI DI DINAS KEPENDUDUKAN DAN PENCATATAN SIPIL KABUPATEN OGAN ILIR

Authors

  • Fitri Herdayani Author
  • Masayu Diah Publicio Universitas Tamansiswa Palembang Author
  • Eny Suntiya Publicio Universitas Tamansiswa Palembang Author

DOI:

https://doi.org/10.51747/nzzj4077

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengevaluasi absensi digital sebagai instrumen peningkatan kinerja pegawai pada Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Ogan Ilir. Absensi digital dipahami bukan sekadar alat pencatat kehadiran, melainkan bagian dari digitalisasi manajemen sumber daya manusia yang dapat memperkuat disiplin, akuntabilitas, ketepatan waktu, dan pengendalian kinerja apabila terintegrasi dengan proses manajerial. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif berbasis studi dokumen dan telaah literatur. Data sekunder diperoleh dari laman resmi Disdukcapil Kabupaten Ogan Ilir, Mall Pelayanan Publik Kabupaten Ogan Ilir, JDIH BPK, serta publikasi ilmiah periode 2015–2025, dengan prioritas pada artikel jurnal internasional bereputasi dan terindeks Scopus. Data resmi menunjukkan Disdukcapil Ogan Ilir memiliki 26 PNS dan 62 operator SIAK; pelayanan administrasi kependudukan juga diselenggarakan melalui Mall Pelayanan Publik dengan jam layanan yang menuntut kepastian kehadiran petugas. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa absensi digital berpotensi memperkuat keterukuran kehadiran, mengurangi ruang manipulasi pencatatan, menyediakan data disiplin secara lebih cepat, dan mendukung keputusan manajerial. Namun, absensi digital tidak identik dengan kinerja. Kinerja ASN menurut kerangka regulasi harus dikaitkan dengan hasil kerja dan perilaku kerja, sedangkan literatur digital government menegaskan bahwa manfaat teknologi bergantung pada dukungan organisasi, kompetensi digital, kualitas sistem, kepemimpinan, dan integrasi proses. Karena itu, absensi digital akan lebih efektif apabila data kehadiran dihubungkan dengan Sasaran Kinerja Pegawai, kualitas layanan, ketepatan penyelesaian dokumen, pengaduan, dan evaluasi perilaku kerja. Penelitian menyimpulkan bahwa absensi digital merupakan enabling instrument bagi peningkatan kinerja, bukan ukuran tunggal kinerja pegawai.

Downloads

Published

2026-10-03

Issue

Section

Articles