Inovasi Relationship Marketing dalam Pemasaran Sarana Produksi Pertanian: Studi Kasus pada Inisiasi Program Petrosida Responsible Farmers (PRF)

Authors

  • trisna rama dani Universitas Muhammadiyah Gresik Author
  • Farikha Universitas Muhammadiyah Gresik Author

DOI:

https://doi.org/10.51747/Agrotechbiz.V2N1.001

Keywords:

adopsi teknologi, dempsray, mina padi, OPT padi, program PRF, relationship marketing

Abstract

Petani padi di Indonesia pada umumnya enggan mencoba produk pengendalian hama dan penyakit yang baru. Bukan semata-mata karena harganya, melainkan karena mereka belum punya alasan kuat untuk percaya bahwa produk tersebut benar-benar bekerja di lahan mereka. Ditambah lagi, setelah mencoba pun mereka kerap dibiarkan tanpa pendampingan teknis yang memadai. Kondisi serupa juga dihadapi petani yang menerapkan sistem minapadi—integrasi budidaya padi dan ikan di petak sawah yang sama—di mana kesalahan dalam memilih produk pengendalian organisme pengganggu tanaman (OPT) tidak hanya merugikan tanaman, tetapi juga dapat mematikan ikan yang dipelihara.
Penelitian ini mengangkat persoalan tersebut melalui pendekatan kualitatif deskriptif dengan studi kasus di Kecamatan Benjeng dan Balongpanggang, Kabupaten Gresik. Selama enam bulan kegiatan lapangan, dilakukan observasi dan wawancara petani, demonstrasi penyemprotan produk pengendalian OPT secara langsung di lahan petani—yang selanjutnya disebut demspray—pada lebih dari 10 lahan, pemantauan hasil selama 7 hingga 14 hari setelah aplikasi, sosialisasi di tiga lokasi yang dihadiri 130 petani, serta dokumentasi digital seluruh prosesnya.
Temuan utama penelitian ini adalah bahwa demspray tidak sekadar berfungsi sebagai uji teknis produk. Ketika hasilnya kemudian dipresentasikan kepada banyak petani dalam forum sosialisasi, demspray bertransformasi menjadi instrumen pembangunan kepercayaan yang jauh lebih efektif dibandingkan brosur atau iklan konvensional. Petani yang lahannya didemspray menjadi narasumber langsung yang mengonfirmasi efektivitas produk kepada sesama petani di forum yang sama. Respons yang muncul pun organik: sejumlah petani secara mandiri menghubungi peneliti untuk meminta pendampingan lanjutan, sebagian lainnya bahkan menyebarkan testimoni mereka melalui WhatsApp Story agar petani lain turut merasakannya.
Dari seluruh rangkaian pengalaman lapangan inilah Program Petrosida Responsible Farmers (PRF) diinisiasi—sebuah model pendampingan petani yang mengintegrasikan paket sarana produksi, bimbingan teknis berkelanjutan, sistem penilaian kompetitif, dan komunikasi digital. Program ini masih berupa rancangan konseptual yang memerlukan validasi lebih lanjut melalui survei kuesioner dan pendekatan Research and Development (R&D) sebelum siap diimplementasikan secara luas.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Berry, L. L. (1983). Relationship marketing. In L. L. Berry, G. L. Shostack, & G. D. Upah (Eds.), Emerging perspectives on services marketing (pp. 25–28). American Marketing Association.

Borg, W. R., & Gall, M. D. (1989). Educational research: An introduction (5th ed.). Longman.

Braun, V., & Clarke, V. (2006). Using thematic analysis in psychology. Qualitative Research in Psychology, 3(2), 77–101. https://doi.org/10.1191/1478088706qp063oa

Feder, G., Just, R. E., & Zilberman, D. (1985). Adoption of agricultural innovations in developing countries: A survey. Economic Development and Cultural Change, 33(2), 255–298. https://doi.org/10.1086/451461

International Rice Research Institute. (2024). Rice knowledge bank: Pest management and micronutrient management. https://www.irri.org

Kementerian Pertanian Republik Indonesia. (2024). Data statistik pertanian tanaman pangan. https://www.pertanian.go.id

Kotler, P., & Keller, K. L. (2016). Marketing management (15th global ed.). Pearson Education.

Mardiharini, M., Jamal, E., Rohaeni, E. S., Indrawanto, C., Indraningsih, K. S., Gunawan, E., Ramadhan, R. P., Fahmid, I. M., Wardana, I. P., & Ariningsih, E. (2023). Indonesian rice farmers’ perceptions of different sources of information and their effect on farmer capability. Open Agriculture, 8(1). https://doi.org/10.1515/opag-2022-0200

Morgan, R. M., & Hunt, S. D. (1994). The commitment-trust theory of relationship marketing. Journal of Marketing, 58(3), 20–38. https://doi.org/10.1177/002224299405800302

Oerke, E. (2005). Crop losses to pests. The Journal of Agricultural Science, 144(1), 31–43. https://doi.org/10.1017/s0021859605005708

Pretty, J. N. (1995). Participatory learning for sustainable agriculture. World Development, 23(8), 1247–1263. https://doi.org/10.1016/0305-750X(95)00046-F

Rockström, J., Williams, J., Daily, G., Noble, A., Matthews, N., Gordon, L., Wetterstrand, H., DeClerck, F., Shah, M., Steduto, P., De Fraiture, C., Hatibu, N., Unver, O., Bird, J., Sibanda, L., & Smith, J. (2016). Sustainable intensification of agriculture for human prosperity and global sustainability. AMBIO, 46(1), 4–17. https://doi.org/10.1007/s13280-016-0793-6

Rogers, E. M. (2003). Diffusion of innovations (5th ed.). Free Press.

Savary, S., Willocquet, L., Pethybridge, S. J., Esker, P., McRoberts, N., & Nelson, A. (2019). The global burden of pathogens and pests on major food crops. Nature Ecology & Evolution, 3(3), 430–439. https://doi.org/10.1038/s41559-018-0793-y

Strauss, A., & Corbin, J. (1990). Basics of qualitative research: Grounded theory procedures and techniques. SAGE Publications.

Venkatesh, V., Morris, M. G., Davis, G. B., & Davis, F. D. (2003). User acceptance of information technology: Toward a unified view. MIS Quarterly, 27(3), 425–478. https://doi.org/10.2307/30036540

Downloads

Published

2026-07-01

How to Cite

Inovasi Relationship Marketing dalam Pemasaran Sarana Produksi Pertanian: Studi Kasus pada Inisiasi Program Petrosida Responsible Farmers (PRF). (2026). Agrotechbiz : Jurnal Ilmiah Pertanian , 2(1), 1-8. https://doi.org/10.51747/Agrotechbiz.V2N1.001